Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Sebuah Tragedi Kesehatan Mental: Anak Penderita Gangguan Jiwa Tewaskan Ayah Kandung di Agam

Sebuah Tragedi Kesehatan Mental: Anak Penderita Gangguan Jiwa Tewaskan Ayah Kandung di Agam

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 80?
Shoppe Mall

Tragedi di Malalak: Anak Aniaya Ayah Hingga Tewas Demi Uang Beli Rokok

iNews Bukittinggi– Sebuah tragedi memilukan mengguncang komunitas kecil di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Minggu malam (5/10/2025). Seorang ayah, T (67), tewas di tangan anak kandungnya sendiri, N (30), dalam peristiwa yang berawal dari permintaan uang untuk membeli rokok.

Berdasarkan keterangan Kapolresta Bukittinggi melalui Kasi Humas Iptu Gunawan, Sebuah insiden bermula ketika N meminta uang pada ayahnya untuk membeli rokok. Saat korban menjawab tidak memiliki uang dan mengancam akan mengembalikan N ke rumah sakit jiwa, ketegangan pun memuncak.

Shoppe Mall

Eskalasi Kekerasan yang Tragis

“Korban memukul pelaku dengan ember. Pelaku emosi dan mendorong korban hingga terjatuh telentang di kamar mandi,” jelas Iptu Gunawan, Selasa (7/10/2025).

Sebuah Tragedi Kesehatan Mental: Anak Penderita Gangguan Jiwa Tewaskan Ayah Kandung di Agam
Sebuah Tragedi Kesehatan Mental: Anak Penderita Gangguan Jiwa Tewaskan Ayah Kandung di Agam

Baca Juga: Dalam Rangka HUT ke-80 RRI, Rekaman Suara Asli Bung Hatta Dihibahkan ke Museum Bukittinggi

Namun, amukan N tidak berhenti di sana. Dalam keadaan emosi tak terkendali, ia kemudian memijak kepala ayah kandungnya sendiri sebanyak lima kali hingga korban meninggal dunia. Tindakan N setelah pembunuhan semakin memperlihatkan niatnya – ia mengambil uang sebesar Rp 13 juta dari dalam kamar sebelum kabur ke arah Padang Pariaman.

Pelaku Ditangkap Warga

Nasib buruk tidak berlangsung lama bagi N. Sesampai di daerah Nunggun, perbatasan Malalak dengan Padang Pariaman, ia dihadang oleh lima warga setempat. Tersangka langsung ditangkap dan diikat sebelum diserahkan kepada pihak berwajib.

Riwayat Gangguan Jiwa dan Keluarga yang Terluka

Fakta mengejutkan terungkap dari keterangan keluarga dan tetangga korban serta tersangka. Ternyata N memiliki riwayat gangguan jiwa dan sudah tiga kali menjalani perawatan di RS Jiwa Gaduit Kota Padang. Hingga saat ini, ia masih mengonsumsi obat secara rutin setiap hari.

Kasus ini menyoroti beberapa persoalan kompleks dalam masyarakat:

1. Krisis Kesehatan Mental yang Terabaikan

Riwayat gangguan jiwa pelaku yang sudah beberapa kali dirawat namun masih mampu melakukan kekerasan ekstrem memunculkan pertanyaan tentang sistem pendukung bagi orang dengan gangguan jiwa setelah keluar dari rumah sakit.

2. Kemiskinan dan Kekerasan Domestik

Konflik yang dipicu oleh permintaan uang untuk membeli rokok mengindikasikan tekanan ekonomi yang mungkin dialami keluarga tersebut.

3. Beban Pengasuhan Lansia

Korban yang sudah berusia 67 tahun seharusnya menikmati masa tua yang tenang, bukan justru menghadapi kekerasan dari anak kandungnya sendiri.

Respons Masyarakat dan Otoritas

Tragedi ini telah menimbulkan duka mendalam di komunitas Malalak. Bupati Agam menyatakan prihatin atas kejadian ini dan menekankan pentingnya sistem pendukung keluarga yang lebih baik, terutama bagi keluarga dengan anggota yang memiliki masalah kesehatan mental.

“Kami akan memperkuat program kesehatan mental di tingkat komunitas dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengobatan berkelanjutan bagi penyandang gangguan jiwa,” janji Bupati.

Shoppe Mall