iNews Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi resmi memberlakukan kembali sistem sekolah enam hari mulai 26 Januari 2026. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh satuan pendidikan di bawah kewenangan pemerintah daerah dan menjadi bagian dari upaya penataan kembali sistem pembelajaran yang dinilai lebih efektif.
Keputusan tersebut diambil setelah melalui proses evaluasi dan pertimbangan berbagai aspek pendidikan, sosial, serta kesiapan sekolah.
Evaluasi Sistem Lima Hari Sekolah
Pemberlakuan kembali sekolah enam hari merupakan hasil evaluasi terhadap sistem lima hari sekolah yang sebelumnya diterapkan. Dari hasil kajian, pemerintah daerah menilai bahwa pembagian waktu belajar dengan enam hari sekolah dinilai lebih proporsional dan tidak terlalu membebani peserta didik dalam satu hari pembelajaran.
Selain itu, sistem enam hari dinilai memberikan ruang yang lebih baik bagi guru dalam menyampaikan materi pelajaran secara bertahap.
Jam Belajar Lebih Seimbang
Dengan kembali diterapkannya sekolah enam hari, jam belajar siswa akan disesuaikan agar lebih seimbang setiap harinya. Beban belajar yang sebelumnya menumpuk dalam lima hari diharapkan dapat dikurangi, sehingga siswa memiliki waktu belajar yang lebih nyaman dan efektif.
Penyesuaian ini juga diharapkan mampu meningkatkan konsentrasi siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.

Baca juga: Pertamina Tegaskan Mutu BBM di Bukittinggi Tetap Terjamin
Berlaku untuk Semua Jenjang Pendidikan
Kebijakan sekolah enam hari ini diberlakukan untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Pemerintah Kota Bukittinggi memastikan bahwa seluruh sekolah telah mendapatkan sosialisasi terkait kebijakan tersebut.
Dinas Pendidikan juga diminta untuk melakukan pengawasan agar pelaksanaan kebijakan berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Pertimbangan Aspek Karakter dan Disiplin
Selain pertimbangan akademik, kebijakan ini juga bertujuan untuk memperkuat pembentukan karakter dan kedisiplinan peserta didik. Dengan pola belajar enam hari, siswa diharapkan memiliki rutinitas yang lebih teratur serta mampu menyeimbangkan kegiatan belajar, keagamaan, dan aktivitas sosial.
Pemerintah menilai pembentukan karakter menjadi aspek penting dalam dunia pendidikan, selain pencapaian akademik semata.
Respons Sekolah dan Orang Tua
Sejumlah sekolah menyatakan kesiapan mereka dalam menerapkan kembali sistem enam hari sekolah. Penyesuaian jadwal pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, serta aktivitas pendukung lainnya telah dipersiapkan sebelum kebijakan mulai berlaku.
Sementara itu, orang tua murid diharapkan dapat mendukung kebijakan ini dengan menyesuaikan pola aktivitas anak di rumah agar tetap seimbang antara belajar dan waktu istirahat.
Pemkot Pastikan Proses Belajar Tetap Kondusif
Pemerintah Kota Bukittinggi menegaskan bahwa penerapan sekolah enam hari tidak akan mengurangi kualitas pembelajaran. Justru, kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan berkelanjutan.
Pemkot juga berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan menerima masukan dari berbagai pihak demi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Bukittinggi.
Diharapkan Tingkatkan Mutu Pendidikan
Dengan kembalinya sistem sekolah enam hari mulai 26 Januari 2026, Pemkot Bukittinggi berharap mutu pendidikan dapat terus meningkat. Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi siswa, guru, maupun lingkungan sekolah secara keseluruhan.
Pemerintah menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Kota Bukittinggi.












