iNews Bukittinggi – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyiapkan anggaran khusus untuk pemugaran rumah gadang yang mengalami kerusakan maupun yang terancam punah akibat faktor usia dan minimnya perawatan.
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menegaskan bahwa rumah gadang bukan sekadar bangunan tradisional, tetapi simbol identitas dan warisan budaya Minangkabau yang harus dijaga keberadaannya.
“Jangan sampai rumah gadang hilang dari tanah Minang. Ini bukan hanya soal bangunan, tapi soal jati diri dan sejarah,” tegas Wagub.
Rumah Gadang Simbol Identitas Minangkabau
Rumah gadang merupakan rumah adat khas Minangkabau yang memiliki nilai filosofis tinggi, mulai dari arsitektur atap bergonjong hingga tata ruang yang mencerminkan sistem kekerabatan matrilineal.
Keberadaan rumah gadang selama ini menjadi daya tarik budaya dan wisata di berbagai daerah di Sumbar. Namun, banyak bangunan yang kini dalam kondisi memprihatinkan akibat usia tua, bencana alam, hingga keterbatasan biaya perawatan oleh pemiliknya.
Anggaran Pemugaran Disiapkan Bertahap
Pemprov Sumbar menyiapkan skema anggaran pemugaran secara bertahap dengan skala prioritas, terutama bagi rumah gadang yang memiliki nilai sejarah tinggi atau berpotensi menjadi destinasi wisata budaya.
Selain perbaikan fisik, pemerintah juga akan memastikan proses pemugaran tetap mempertahankan keaslian bentuk dan material tradisional sesuai kaidah arsitektur Minangkabau.

Kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota
Program pemugaran ini akan melibatkan pemerintah kabupaten/kota, tokoh adat, serta pemilik rumah gadang. Pendataan dilakukan untuk memastikan jumlah dan kondisi bangunan yang membutuhkan perhatian segera.
Pemprov berharap sinergi lintas sektor dapat mempercepat pelestarian warisan budaya sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
Upaya Pelestarian Budaya di Tengah Modernisasi
Wagub Vasko menilai modernisasi tidak boleh menggerus nilai budaya lokal. Banyak generasi muda yang mulai meninggalkan rumah gadang dan memilih hunian modern, sehingga keberadaan rumah adat semakin berkurang.
Karena itu, selain pemugaran, Pemprov juga akan mendorong edukasi budaya kepada generasi muda agar tetap mencintai dan melestarikan warisan leluhur.
Dorongan Jadikan Rumah Gadang Destinasi Wisata Budaya
Pemprov Sumbar juga melihat potensi rumah gadang sebagai daya tarik wisata berbasis budaya. Dengan pengelolaan yang baik, rumah gadang dapat menjadi pusat kegiatan adat, edukasi sejarah, hingga destinasi wisata unggulan yang mendukung perekonomian masyarakat sekitar.
Langkah ini diharapkan tidak hanya menyelamatkan bangunan bersejarah, tetapi juga memperkuat identitas budaya Sumatera Barat di tingkat nasional maupun internasional.












