Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Bagi Pemerintah Daerah, Lonjakan Harga Bahan Pokok Pasca-Lebaran Jadi Ujian Berat

Bagi Pemerintah Daerah, Lonjakan Harga Bahan Pokok Pasca-Lebaran Jadi Ujian Berat

Shoppe Mall

Hotspot Putus, Kuota Habis, Matilah Ilmu: Epidemi Generasi “Pintar karena Sinyal”

iNews Bukittinggi– Bagi kalian yang sudah jadi mahasiswa tentu tidak asing lagi dengan metode diskusi, yaitu suatu metode curah pendapat yang biasanya terdiri dari pemakalah, pembanding, dan audiens. Di dalamnya terdapat proses mengemukakan pendapat, ide, dan teori, debat, dan upaya mencari kebenaran ilmiah bersama.

Pernah nggak sih kalian mengikuti diskusi kelas yang isinya keren-keren banget? Semua pada ngomong pakai istilah canggih dan ilmiah, kutipan kadang dari jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus, sampai teori-teori yang bahkan dosennya aja kadang bikin angguk-angguk kagum? Tapi coba deh perhatiin, begitu listrik mati, sinyal hilang, atau kuota habis… suasana mendadak hening. Semua orang bengong kayak habis kena error 404 gitu, atau semua terdiam seperti komputer lagi hang.

Shoppe Mall

Nah, inilah fenomena baru yang sering muncul dalam kelas-kelas perkuliahan modern, baik pada Strata Satu (S1), atau bahkan fenomena ini juga terjadi di ruang kelas Strata Dua (S2) atau bahkan Strata Tiga (S3) yang harusnya menjadi kelas intelektual kelas kakap setara dengan level 11 KKNI. Fenomena yang bisa kita sebut dengan: “kelas pintar karena internet.”

Zaman Now: Saat Manusia dan Teknologi Jadi “Sahabat Karib”

Kita hidup di era Revolusi Industri 4.0 dan era Society 5.0, di mana manusia dan teknologi udah kayak sahabat karib. Semua serba digital, serba cepat, dan serba mudah. AI (Artificial Intelligence) hadir jadi asisten pribadi paling setia, nggak pernah selingkuh, nggak pernah ngambek, dan selalu setia nemenin hingga larut malam sekalipun, mulai dari bikin makalah, nyusun presentasi, nyusun skripsi, tesis dan disertasi, bikin artikel jurnal, hingga mencari jawaban ujian atau jawaban pertanyaan pada saat diskusi berlangsung.

RRI.co.id - Hotspot Putus, Kuota Habis, Matilah ilmu

Baca Juga: Di Jantung Sumatra, Polresta Bukittinggi Pastikan Keamanan Wisatawan dengan Patroli Proaktif

Tapi di sisi lain, hubungan ini akan jadi hubungan beracun (toxic relationship), makin lama makin ketergantungan, kayak miras dan narkoba, akhirnya otak jadi lemot dan makin malas mikir. Dalam dirinya muncul anggapan “buat apa susah-susah mikir, kan ada chatbot, hehehe…”

Cognitive Offloading: Ketika Otak Kita “Dioutsource”

Fenomena semacam ini disebut juga sebagai cognitive offloading, sebuah istilah ilmiah untuk kebiasaan manusia yang kebablasan “memindahkan” fungsi berpikir ke alat eksternal dan kemudian menjadikan alat eksternal itu sebagai andalan.

Zaman dulu kita mengandalkan buku catatan, apa-apa dicatat, bahkan ada kurikulum yang kita plesetkan menjadi Catat Buku Sampai Habis (CBSA). Sekarang kebiasaan itu telah berpindah ke ChatGPT, Perplexity, Google Scholar, atau AI generator lainnya.

Akibatnya? Otak kita sudah kayak laptop yang kebanyakan tab: lemot kalau disuruh mikir dan kemudian hang kalau dipaksa berfikir, akhirnya error 404.

Shoppe Mall