Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Kebakaran Hutan Pinus di Agam Meluas Jadi 9 Hektare

Shoppe Mall

Kebakaran Hutan Pinus di Agam Meluas Jadi 9 Hektare, BPBD Lakukan Pemantauan Ulang

i News Bukittinggi – Kebakaran hutan pinus di kawasan Bukit Gunuang Ameh, Jorong Bukik Apik, Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, terus menjadi perhatian serius. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam menyebutkan, luas area terdampak kebakaran kini sudah mencapai 9 hektare, meningkat dari laporan sebelumnya yang hanya 7 hektare.

Shoppe Mall

“Luas lahan yang terbakar sampai Selasa kemarin mencapai 9 hektare,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Ichwan Pratama Danda, Kamis (4/9/2025).

19 Titik Api Masih Berasap

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan hingga Rabu (3/9), tim menemukan sedikitnya 19 titik api yang masih berasap di area hutan pinus. Kondisi tersebut menunjukkan kebakaran belum sepenuhnya padam dan masih berpotensi meluas bila tidak segera ditangani secara intensif.

Baca Juga :Tiga Atlet dan Wasit Bukittinggi Raih Prestasi Membanggakan di FORNAS VIII 2025

Menurut Ichwan, kebakaran dipicu oleh musim panas berkepanjangan dan kondisi lahan yang kering. Tantangan semakin berat karena lokasi titik api jauh dari sumber air, sehingga proses pemadaman manual menjadi tidak efektif.

“Jarak sumber air dengan titik kebakaran cukup jauh, ini yang membuat upaya pemadaman terkendala,” ujarnya.

Hujan Deras Membantu Pemadaman

Meski begitu, ada perkembangan positif. Pada Rabu sore, wilayah Bukit Gunuang Ameh diguyur hujan deras. Hujan tersebut diperkirakan membantu memperlambat laju kebakaran dan meredam titik api yang tersisa.

“Hujan cukup deras kemarin sore, setidaknya itu bisa membantu mengurangi bara api yang masih tersisa di batang dan ranting pinus,” tambah Ichwan.

Evaluasi dan Treking Pasca Hujan

Hari ini, BPBD Agam bersama tim gabungan dari unsur TNI, Polri, serta masyarakat setempat akan melakukan treking ke lokasi kebakaran. Langkah ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi terbaru pasca turunnya hujan, sekaligus memetakan kembali area yang masih berpotensi terbakar.

Selain itu, pemantauan ulang diperlukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala akibat angin kencang atau sisa bara di dalam batang pohon pinus.

Potensi Kerugian dan Upaya Pencegahan

Kebakaran hutan pinus di Agam bukan hanya merusak ekosistem hutan, tetapi juga mengancam keberlangsungan satwa liar dan aktivitas masyarakat sekitar. BPBD mengingatkan warga untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar.

“Kerugian ekologisnya besar, apalagi pinus adalah tanaman resapan air. Jika terbakar habis, dampaknya bisa jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Ichwan.

Seruan Kewaspadaan

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat cuaca panas dan kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Sumatera Barat. Partisipasi warga dinilai penting untuk mendeteksi dini munculnya titik api, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Shoppe Mall