Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Kisah Devit Anak Kuli Panggul Kayu Manis di Sumbar, Diarak Warga karena Sukses Masuk ITB

Shoppe Mall

Rektor ITB Jemput 3 Mahasiswa Baru dari Sumbar, Salah Satunya Anak Kuli Panggul yang Diterima di STEI-ITB

Sosok Devit Anak Buruh Angkut Kayu Asal Sumbar Lulus SNBP ITB, Ke Bandung Pakai Iuran Warga
Sosok Devit Anak Buruh Angkut Kayu Asal Sumbar Lulus SNBP ITB, Ke Bandung Pakai Iuran Warga

i News Bukittinggi — Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Tatacipta Dirgantara, secara khusus terbang dari Bandung ke Sumatera Barat untuk menjemput tiga mahasiswa baru asal provinsi tersebut yang berhasil lolos ke ITB melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2025. Ketiganya adalah Nauli Al Ghifari (18), Deka Faira Berna, dan Devit Febriansyah (18). Ketiga mahasiswa ini berhasil diterima di kampus teknik terbaik di Indonesia berkat prestasi akademik yang luar biasa, meski berasal dari latar belakang ekonomi yang sederhana.

Shoppe Mall

Baca Juga : Walkot Bukittinggi: BAZNAS Mitra Strategis Pemerintah Entaskan Kemiskinan dan Berdayakan Umat

Salah satu kisah paling menginspirasi datang dari Devit Febriansyah, siswa SMAN 1 Bukittinggi yang berhasil diterima di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI-ITB), salah satu fakultas paling bergengsi di ITB. Devit merupakan anak seorang kuli panggul kayu manis di Bukittinggi, dan menjadi satu-satunya siswa dari Kecamatan Malalak yang lolos ke ITB lewat jalur SNBP tahun ini.

Kabar keberhasilan Devit disambut haru oleh warga kampungnya. Warga Malalak bahkan bergotong royong mengumpulkan dana secara sukarela untuk membekali Devit melanjutkan kuliah di Bandung. Dalam video yang diunggah oleh akun resmi Imam Santoso — dosen ITB yang juga influencer pendidikan — terlihat Devit diarak warga dengan penuh kebanggaan. Tangis haru dan rasa syukur pun tak terbendung dari keluarga dan tetangga yang melihat Devit berhasil menggapai cita-cita besarnya.

“Saya dari kecil memang suka belajar. Baru pas SMA saya mantap memilih ITB, karena saya tahu ini salah satu kampus terbaik di Indonesia, bahkan dunia. Jurusan yang saya ambil juga terbaik di bidangnya. BJ Habibie saja kuliah di sana,” ujar Devit dengan penuh semangat.

Rektor ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara atau yang akrab disapa Prof. Tata, menyampaikan rasa harunya ketika bertemu langsung dengan para mahasiswa baru tersebut. Ia mengatakan bahwa ketekunan, kerja keras, dan semangat belajar anak-anak daerah seperti Devit, Nauli, dan Deka adalah cerminan nyata bahwa pendidikan bisa menjadi jalan keluar dari keterbatasan.

“Di kampus nanti, kalian akan bertemu banyak mahasiswa hebat. Tapi kalian juga hebat. Jangan pernah merasa kecil. Tetap berusaha yang terbaik dan jangan putus asa,” pesan Prof. Tata seperti dikutip dari laman resmi ITB.

Kehadiran Prof. Tata secara langsung ke Sumbar menjadi simbol komitmen ITB untuk lebih inklusif dan membuka akses pendidikan tinggi bagi seluruh anak bangsa, tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi.

Kisah Devit, Nauli, dan Deka bukan hanya tentang prestasi akademik, tetapi juga tentang perjuangan, ketekunan, dan harapan. Mereka adalah contoh nyata bahwa mimpi besar bisa diraih oleh siapa saja, asal dibarengi dengan semangat dan dukungan dari lingkungan sekitar.

ITB sendiri terus berupaya mendorong peningkatan akses pendidikan tinggi kepada siswa-siswa berprestasi di seluruh Indonesia melalui berbagai jalur seleksi dan beasiswa, serta program pembinaan calon mahasiswa baru dari daerah-daerah yang belum terjangkau secara merata.

Shoppe Mall