iNews Bukittinggi – Suasana berbeda terasa di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada arus mudik Lebaran 2026. Para perantau yang pulang kampung disambut dengan pertunjukan tarian khas Minangkabau yang kental dengan nuansa budaya lokal.
Penyambutan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemudik yang tiba di Sumatera Barat untuk merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga.
Sambutan Hangat Penuh Budaya
Setibanya di bandara, para pemudik disuguhi pertunjukan tari tradisional Minang yang ditampilkan oleh para penari lokal. Iringan musik khas daerah semakin menambah kesan hangat dan meriah dalam menyambut kedatangan perantau.
Banyak pemudik mengaku terharu dan bangga dengan penyambutan tersebut, yang dinilai mampu mengobati kerinduan akan kampung halaman.

Baca juga: Pemprov Sumbar Imbau Pemudik Hindari Jalur Malalak Saat Mudik
Tingkatkan Pengalaman Pemudik
Pihak pengelola Bandara Internasional Minangkabau menghadirkan konsep penyambutan ini untuk memberikan pengalaman berbeda bagi para penumpang. Tidak hanya sebagai pintu masuk, bandara juga diharapkan menjadi representasi budaya daerah.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau kepada para pengunjung.
Dukungan Pariwisata Lokal
Kegiatan ini juga dinilai dapat mendukung sektor pariwisata di Sumatera Barat. Dengan menghadirkan atraksi budaya di bandara, diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk lebih mengenal tradisi dan kesenian lokal.
Selain itu, momentum mudik Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk mempromosikan budaya daerah kepada masyarakat luas.
Antusiasme Pemudik
Para pemudik terlihat antusias menyaksikan pertunjukan tersebut. Banyak di antara mereka yang mengabadikan momen dengan berfoto dan merekam video sebagai kenang-kenangan.
Suasana penuh kehangatan dan kebanggaan budaya terasa sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah Minangkabau.
Harapan Berkelanjutan
Penyambutan dengan nuansa budaya ini diharapkan dapat terus dilakukan di masa mendatang. Selain memperkuat identitas daerah, kegiatan ini juga menjadi bentuk pelayanan yang memberikan kesan positif bagi para pemudik.
Dengan inovasi seperti ini, Bandara Internasional Minangkabau diharapkan mampu menjadi gerbang utama yang tidak hanya fungsional, tetapi juga sarat nilai budaya.












