iNews Bukittinggi – Teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD) mulai diuji coba di Kota Pariaman sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dalam budidaya padi. Metode ini memungkinkan pengairan sawah dilakukan secara berselang, tidak terus-menerus tergenang seperti metode konvensional.
Hasil uji coba menunjukkan bahwa tanaman padi tetap tumbuh subur meski penggunaan air dapat ditekan hingga 20 persen.
Efisiensi Tanpa Kurangi Produktivitas
Penerapan teknologi AWD memberikan dampak positif bagi petani, terutama dalam menghemat sumber daya air tanpa mengurangi hasil panen. Bahkan, dalam beberapa kasus, metode ini justru membantu meningkatkan kualitas tanaman.
Dengan pengelolaan air yang lebih tepat, kondisi tanah juga menjadi lebih sehat dan tidak terlalu jenuh air.

Baca juga: Harlah ke-66 PMII di Pantai Kata, Pemko Pariaman Dorong Peran Mahasiswa Topang Pariwisata dan SDM
Solusi Hadapi Perubahan Iklim
Teknologi AWD dinilai relevan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan potensi kekeringan. Dengan efisiensi air yang lebih baik, petani dapat tetap menjaga produktivitas meski ketersediaan air terbatas.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertanian berkelanjutan.
Dukungan Pemerintah dan Penyuluh
Uji coba teknologi ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah serta tenaga penyuluh pertanian yang aktif mendampingi petani. Sosialisasi dan pelatihan terus dilakukan agar petani memahami cara penerapan metode AWD dengan benar.
Harapan Adopsi Lebih Luas
Keberhasilan uji coba di Pariaman diharapkan dapat mendorong adopsi teknologi AWD di daerah lain. Dengan manfaat yang terbukti, metode ini berpotensi menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan efisiensi pertanian dan ketahanan pangan.












